Cara Menanam Aglaonema Beserta Cara Perawatannya

4 min read

bunga Aglaonema

Bunga Sri Rejeki atau nama kerennya adalah bunga Aglaonema ini ternyata banyak diincar oleh para penggemar tanaman untuk dikembangbiakkan. Selain karena mudah dibudidayakan bunga Aglaonema juga memiliki nilai bisnis yang lumayan.

Bagi anda yang tertarik budidaya bunga aglaonema, tepat sekali anda membaca artikel ini. Pada kesempatan kali ini kami akan berbagi cara budidaya dan perawatan bunga aglaonema yang dapat anda lakukan sendiri.

Cara Menanam & Perawatan Bunga Aglaonema

cara menanam bunga Aglaonema
sumber: youtube

Berikut adalah cara menanam dan perawatan bunga aglaonema. Pastikan anda membaca langkah demi langkah agar anda dapat sukses dalam budidaya bunga aglaonema anda.

Memilih varietas aglaonema yang diinginkan

Aglaonema atau Chinese Evergreen memiliki lebih dari 100 varietas dengan bentuk, corak, dan warna yang berbeda-beda. Anda bisa memilih jenis silver queen, commutatum, dan roebellini yang cukup populer. Sementara itu ada juga varietas lain seperti Maria, Silver Bay, Emerald Beauty, Golden Bay, Siam Red, Romeo, dan juga First Diamond. Meskipun berbeda-beda, namun cara menanam aglaonema beserta proses penanganannya cenderung sama.

Beberapa aglaonema bisa tumbuh dengan baik di tempat yang minim cahaya atau tempat yang lembab. Untuk itu tanaman ini biasa ditemui di dalam ruangan seperti meja kantor atau di dalam rumah. Tanaman Aglaonema bisa berfungsi sebagai penyaring polutan udara di dalam ruangan. Namun berhati-hatilah dengan hewan piaraan Anda, karena tanaman ini juga cukup beracun untuk hewan seperti kucing atau anjing.

Perkembangbiakan aglaonema dengan biji

sumber: pixabay

Tanaman Aglaonema bisa menghasilkan buah dan biji untuk memperbanyak varietasnya. Bakal buah dan biji ini akan menjadi merah ketika sudah matang dan siap dipanen. Selain itu, Anda juga bisa membeli dan mengumpulkan benih-benih ini dari toko budidaya bunga. Cucilah biji-biji tersebut dengan air mineral atau bisa juga air asam. Lalu siapkan pot dan media tanam berupa coco-gambut untuk proses penyemaian.

Sebarkan biji aglaonema dalam media tanam sekitar 1cm, lalu tutup wadah pot tersebut menggunakan plastik transparan dan tempatkan di area yang teduh. Upayakan suhu wadah sekitar 25-35 derajat celsius. Jika suhu lebih rendah, maka persentase perkecambahan akan lebih lama. Proses benih menjadi kecambah biasanya memakan waktu hingga tiga bulan. Namun jika biji aglaonema segar, maka bisa berlangsung dalam 2-3 minggu.

Perkembangbiakan aglaonema dengan stek

Beberapa orang lebih memilih cara menanam aglaonema dengan metode stek batang atau membelah aglaonema. Cara ini dirasa lebih mudah daripada menggunakan biji yang cenderung lama. Perhatikan pertumbuhan baru yang muncul di dasar tanaman. Jika batang tersebut cukup tua dan memiliki tunas baru setidaknya sekitar lima daun, maka pisahkan dan tanam kembali di media baru yang berisi tanah atau campuran coco-gambut.

Letakkan stek batang di tempat yang teduh dengan suhu di atas 20 derajat celsius. Lalu tunggu hingga 25-45 hari sampai aglaonema mendapatkan tunas yang baru. Selain stek batang, aglaonema juga bisa dikembangbiakkan dengan stek akar. Caranya yaitu pisahkan tanaman induk dari akarnya, lalu tanam stek di pot yang berbeda. Tunggu hingga 5-10 hari sampai tanaman tersebut mulai membangun akar sendiri.

Perkembangbiakan aglaonema dengan kultur jaringan

Kultur jaringan digunakan untuk memproduksi aglaonema dengan jumlah yang besar dan dalam waktu yang cepat. Metode ini hanya membutuhkan beberapa bagian dari tanaman asli, seperti akar, batang, dan juga daun. Bibit kultur jaringan akan disimpan di lingkungan lab dan perlahan-lahan akan beradaptasi dengan kondisi tersebut. Meskipun cukup efisien, namun tidak semua bibit akan hidup dan cenderung tumbuh dalam waktu lama.

Transplantasi aglaonema

Aglaonema termasuk tanaman yang tumbuh dengan lambat hingga sedang, jadi Anda bisa mentransplantasikan tanaman ini setiap 2-3 tahun sekali. Namun jika Anda merasa tanaman tersebut terlalu lebat dan butuh dipindahkan ke tempat yang lebih besar maka segera lakukan. Beberapa aglaonema bisa tumbuh secara cepat di bulan-bulan yang hangat, namun ia akan tumbuh lebih lambat di dalam ruangan dengan sedikit cahaya.

Pemangkasan daun atau batang yang mengganggu

sumber: pixabay

Aglaonema termasuk jenis tanaman yang mudah dirawat, bahkan ia juga tidak banyak membutuhkan pemangkasan. Alasan utama untuk memangkas aglaonema yaitu untuk perbanyakan tanaman atau menghilangkan daun kuning pada bagian bawah yang sudah menua. Pastikan Anda menggunakan pemotong yang bersih dan tajam. Selain itu jika Anda menemukan batang aglaonema di tanah atau air maka potong bagian tersebut agar tidak menjadi busuk.

Beberapa tanaman aglaonema tumbuh dengan kaki yang cukup panjang dari waktu ke waktu. Untuk itu cukup potong batang yang panjang tersebut hingga beberapa inci dari atas tanah. Langkah ini akan meremajakan dan merangsang kembali pertumbuhan baru. Potong batang tersebut untuk menghasilkan dedaunan yang baru. Lalu tempatkan aglaonema di ruangan yang cukup terkena cahaya untuk mengurangi batang daun yang berkaki panjang.

Membatasi kebutuhan air dan makanan aglaonema

gembor air
sumber: pixabay

Sama seperti tanaman hias lainnya, aglaonema juga membutuhkan air untuk bertahan hidup. Namun tanaman ini bisa mentolerir lebih sedikit air daripada kebanyakan tanaman hias lainnya. Bahkan jika Anda membiarkan tanah tempat tumbuh aglaonema mengering atau lupa menyiramnya selama beberapa minggu, maka tanaman ini masih tetap hidup dan tidak layu. Untuk itu, pastikan Anda membiarkan tanah sedikit kering ketika menyiram aglaonema.

Selain itu, pastikan tanah tempat tumbuh aglaonema tidak terlalu lembab atau tergenang air. Jika Anda menempatkannya dalam wadah pot maka buatlah sistem drainase yang lancar. Aglaonema juga tidak membutuhkan banyak nutrisi atau makanan. Untuk itu Anda tidak perlu memberikan pupuk setiap minggu, namun cukup memberi makanan sekali atau dua kali setahun. Gunakan pupuk cair encer untuk memberikan nutrisi pada aglaonema.

Memberikan suhu dan kelembaban yang tepat

Meskipun aglaonema bukan jenis tanaman yang rewel akan nutrisi makanan, cahaya, atau air. Namun tanaman ini cukup menuntut tingkat suhu dan kelembaban udara di sekitarnya. Tanaman aglaonema berasal dari daerah tropis, sehingga ia lebih menyukai suhu yang relatif hangat (di atas 20 derajat celsius) dan udara yang lembab. Untuk menciptakan suasana hujan tropis tersebut maka hindarkan aglaonema dari daerah berangin.

Aglaonema

Jika Anda berada di daerah pabrik yang terlalu kering, maka Anda bisa mengaburkan daun aglaonema dari waktu ke waktu untuk membersihkan aglaonema dari debu atau kotoran. Cara lainnya yaitu bilas aglaonema di kamar mandi, namun tetap jaga agar tanah aglaonema tidak becek. Selain membantu menghilangkan debu yang mungkin terkumpul pada daun tanaman, metode ini juga memungkinkan daun aglaonema tetap lembab.

Mencegah penyakit dan hama pada aglaonema

Meskipun cara menanam aglaonema cukup mudah namun tanaman ini juga rentan terkena penyakit dan hama. Penyakit yang paling serius meliputi pembusukan batang Fusarium yang terjadi di dasar tanaman atau hasil pemotongan. Adapun jalan keluarnya yaitu dengan menghilangkan bagian yang terinfeksi. Selanjutnya yaitu Pythium yang sering menyerang akar. Masalah ini terjadi ketika kondisi tanah terlalu basah atau memiliki drainase yang buruk.

Selama proses perkembangbiakan dengan kultur jaringan dan sebagainya, aglaonema rentan terkena bercak daun atau penyakit Myrothecium dan Colletotrichum. Sementara itu, aglaonema juga sering terserang hama seperti kutu daun, kutu putih pada akar, sisik, dan tungau. Untuk itu lakukan perawatan dengan baik agar tanaman ini bisa melewati proses tersebut. Jika aglaonema mampu bertahan, maka ia akan tumbuh lebih sehat dan menarik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *