Cara Budidaya Jamur Merang Mudah dan Efisien

4 min read

budidaya jamur merang

Pada kesempatan yang lalu kami telah membahas bagaimana tata cara budidaya jamur tiram. Tak kalah populer dengan jamur tiram, jamur merang ternyata juga sangat prospek sekali sebagai salah satu usaha. Selain karena memilki banyak manfaat bagi kesehatan jamur merang juga dapat anda jadikan sebagai salah asatu usaha rumahan yang menguntungkan. Baik, pada kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi menarik bagi anda yakni bagaimana cara budidaya jamur tiram yang efisien.

Langkah Budidaya Jamur Merang

harga jamur merang
sumber:pixabay

Berikut adalah langkah-langkah yang mesti anda lakukan untuk memulai budidaya jamur merang

Pembuatan Tempat Budidaya

Tempat budidaya jamur merang sering disebut dengan kumbung. Tempat ini sangat penting untuk menyimpan dan mengatur suhu atau kelembapan di saat budidaya jamur merang. Kumbung ini bisa Anda bentuk semacam rumah kecil atau gubuk yang terbuat dari bahan kayu atau bambu untuk meminamisir dana.

Langkah pertama dalam proses dan cara budidaya jamur merang ini pastinya Anda harus menyiapkan beberapa bahan dan peralatan untuk rumah jamur terlebih dahulu diantaranya adalah:

  • Bambu
  • Kayu
  • Palu dan paku
  • Sterofoam
  • Elektrik blower
  • Lampu portable
  • Pemanas ruangan

Buatlah kumbung dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan, umumnya berukuran 4×6 meter dan tingginya sekitar 2,5 meter. Karena itu, potonglah kayu sesuai dengan ukuran sebagai dindingnya nanti. Anda bisa melapisi dinding dengan sterofoam atau plastik untuk menghalau suhu udara yang lebih dingin dan tetap bisa hangat.

Buatlah rak sebanyak dua hingga tiga buah sesuai dengan kebutuhan dari bahan bambu. Setiap rak bisa terdiri atas 3-5 tingka sebagai tempat penanaman jamur merang. Kemudian letakkan rak tersebut dalam kumbung dan sebaiknya lengkapi dengan elektrik blower untuk mengalirkan udara.

sumber:pexels

Selain itu, sebaiknya pasang lampu portable atau pemanas ruangan untuk menjaga stabilitas suhu di dalam lumbung. Adapaun suhu ideal untuk budidaya jamur merang adalah 32-34 derajat Celsius. Sebaiknya kumbung harus dibuat serapat mungkin agar tingkat kelembapan bisa terjaga.

Jamur merang ini tidak bisa hidup dengan pancaran sinar matahari secara langsung, sehingga Anda harus membuat lumbung dengan tanpa fentilasi atau lubangan besar yang membuat sinar matahari masuk langsung. Namun, lebih tepatnya dia membutuhkan sinar matahari tidak langsung dan oksigen yang cukup.

Jika memang Anda menginginkan tempat budidaya jamur merang secara permanen, bisa menggunakan bahan besi atau membuatnya dalam bentuk dinding tembok agar lebih tahan lama. Hanya saja bisa hal itu memakan biaya atau modal yang lebih besar jika dibanding menggunakan rumah kayu atau bambu.

Pembibitan Jamur Merang

Pembibitan sangat penting untuk menentukan kualitas hasil jamur merang nantinya. Anda bisa memperoleh bibit jamur merang di toko pertanian ataupun bisa berupa bibit jamur payung. Kemudian potonglah payung jamur lalu siram air hangat yang bersih dan masukkan dalam wadah bisa berupa panci lalu aduk dengan abu sekam mentah dan tutup rapat.

Media penanaman

Ada beberapa bahan yang perlu Anda persiapkan untuk media penanaman jamur merang diantaranya adalah:

  • Bubuk bekatul
  • Merang
  • Kapas
  • Dolomit
  • Onggok dan air

Selanjutnya Anda tinggal menyusun jerami dengan cara menumpuknya hingga setebal 15 cm, kemudian siram dengan air. Lanjutkan dengan penyusunan terhadap onggok di atasnya dan begitu seterusnya hingga tumpukan dari kedua bahan tersebut secara bergantian hingga tingginya mencapai 1,5 meter dengan panjang 4 meter dan lebar sekitar 2,5 meter.

Setelah selesai penyusunan, tutuplah dengan plastik untuk mempercepat proses pengomposan. Setelah itu, rendam media lain yang berupa kapas selama 4 hingga 6 hari, dimana setiap dua hari harus di bolak balik sebanyak dua kali. Pembalikan tersebut bertujuan untuk meratakan media penanaman agar nantinya bibit bisa tumbuh dengan baik saat ditanam di atasnya.

sumber: pexels

Sementara itu, tahap selanjutnya adalah penaburan bekatul dan dolomit setelah proses penumpukan jerami serta onggok sudah dua hari lamanya. Cara penaburannya tidak mudah yaitu Anda harus mencampurkan bekatul sebanyak 40 kg dengan 24 dolomit lalu aduk hingga rata secara perlahan.

Potong dan pisahkan tumpukan jerami dan onggok tersebut hingga menjadi beberapa yang tingginya sekitar 15 hingga 20 cm. Kemudian siram pisahan tumpukan tersebut dengan air lalu baru bisa ditaburkan dengan campuran bekatul dan dolomit di atasnya secara merata. Jangan lupa tutup denga rapat taburan tersebut dan biarkan selama dua hari.

Pembalikkan Media Tanam

Pembalikan ini bertujuan untuk memperlancar proses pengomposan. Pembalikan terhadap media tanam tersebut harus dilakukan setelah dua hari lamanya, begitupun seterusnya dan lakukan sebanyak 3 kali. Setelah proses pembalikan selesai, maka media tersebut akan berubah menjadi cokelat kehitaman, berair, dan menjadi lunak.

Pemasukkan Media Pertumbuhan Dalam Ruangan Budidaya

Media tanam yang sudah jadi dan siap digunakan, bisa Anda masukkan dalam kumbung yang sudah jadi. Letakkan media tanam tersebut di atas rak yang sudah tersedia, dimana rak yang paling bawah beri tumpukan media tanam yang lebih tebal dan semakin ke atas semakin menipis untuk mengatur tingkat suhu pada media tanam.

Setelah itu semua tertata dengan rapi, selanjutnya adalah menaburkan kapas di atas media tanam secara merata. Perlu diingat bahwa jamur merang akan tumbuh dan berkembang dengan baik dengan tingkat Ph sekitar 6,8 sampai 7 Ph. Sebagai catatan, pastikan kumbung Anda tidak bocor dan tutup secara rapat.

Penanaman dan Penaburan Bibit

sumber:pixabay

Taburkan bibit jamur merang yang sudah Anda siapkan tersebut di atas media tanam secara merata. Sebaiknya selalu pantau dan jaga tingkat kelembapan kumbung dengan cara menyiramnya dengan air secukupnya. Jangan lupa untuk menutup kembali kumbung dengan rapat-rapat setelah penanaman.

Proses pembibitan yang Anda lakukan bisa dikatakan berhasil jika sudah terlihat serabut putih setelah bibit jamur dibiarkan selama 2 hingga 4 hari. Sementara posisi bibit tersebut harus tetap dalam keadaan tertutup dalam wadah secara rapat.

Perawatan Jamur

Perawatan terhadap jamur merang merupakan hal yang penting dan paling pokok dalam cara budidaya jamur merang. Sebenarnya proses perawatan jamur merang ini susaah-susah gampang diantaranya adalah dengan menjaga tingkat kelembapan, suhu, dan kondisi lantainya. Suhu yang paling ideal untuk budidaya jamur ini adalah 32-34 derajat celcius.

Selain itu, kumbung tidak boleh sering di buka, setidaknya setelah jamur berumur 4 hari lebih. Untuk menjaga kelembapan lainnya Anda bisa menyemprotkan dengan air dan lakukan sebanyak 2-3 hari dalam sehari secara rutin. Besihkan tumbuhan lain yang tumbuh di sekitar jamur merang dengan cara mencabutinya secara hati-hati.

Pemanenan

jamur merang
sumber:pexels

Jamur merang akan siap Anda panen setelah berusia 10-12 hari pasca penanaman. Kebanyakan jamur yang sudah layak untuk dipanen tingginya mencapai 3-6 cm dan kuncupnya masih belum terbuka. Sebaiknya pemanenan dilakukan secepatnya, mengingat jamur ini sangat mudah dan cepat pertumbuhannya.

Selain itu, cara memanennya juga harus dilakukan dengan hati-hati dan perlahan agar tidak patah di tengah-tengah. Caranya adalah putar jamur merang secara perlahan dan jangan sampai Anda menariknya ta mencabutnya langsung. Kemudian mulailah pemanenan dari rak yang teratas ke bawah.

Jangan lupa untuk selalu membersihkan sisa-sisa jamur dari kompos agar jamur bisa cepat tumbuh kembali dengan baik. Hal itu juga bertujuan untuk menjaga kelembapan suhu selain memberinya lampu portable hingga melakukan penyemprotan pada media tanam.

Bagaimana? Apakah anda sudah memahami tentang cara budidaya jamur merang? Nantikan informasi menarik lainnya hanya di Fahmipedia.com, Portal informasi menarik di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *