Cara Menanam Bunga Sakura di Indonesia

cara menanam bunga sakura
Sumber: Pixabay

Siapa sih yang tak kenal dengan bunga sakura? Ya bunga yang berasal dari negara jepang ini memang  banyak orang yang jatuh cinta terhadap keindahannya. Bunga sakura memilki warna yang sangat menawan maka tak heran jika di Jepang anda dapat menemui bunga ini di pinggir jalan dan taman-taman.

Apakah sakura bisa tumbuh di Indonesia?

Cherry Blossom atau yang lebih dikenal dengan pohon sakura merupakan tanaman yang berasal dari Asia Timur. Namun sebagian besar pohon ini juga berada di Amerika Serikat, Korea Selatan, dan negara-negara beriklim dingin lainnya. Sementara di Indonesia yang beriklim cukup hangat maka kemungkinan tumbuh dan berkembangnya bunga ini sangatlah minim. Meskipun tidak menutup kemungkinan banyak cara menanam bunga sakura di Indonesia.

Salah satu bunga yang cukup menyita perhatian akhir-akhir ini yaitu Tabebuia rosea atau trumpet tree. Tanaman ini sekilas menyerupai sakura dengan tinggi yang bisa mencapai 25 meter. Anda bisa melihat keindahan tanaman ini di beberapa jalan proklamator Surabaya, dengan warna kuning, pink, hingga putih. Namun kembali lagi, meskipun Anda bisa menumbuhkan sakura di Indonesia, namun bunga ini tidak akan berbuah.

Baca Juga : Cara Menanam Bunga Anggrek Agar Mudah Berbunga

Tempat terbaik untuk menanam pohon sakura

Sumber: Pixabay

Beberapa pohon sakura bisa diletakkan di tempat yang teduh hingga di bawah sinar matahari yang cukup terang. Namun pohon sakura ini juga membutuhkan waktu untuk berhenti tumbuh atau melakukan dormansi selama musim dingin. Sementara di negara-negara beriklim hangat, maka pohon sakura ini membutuhkan waktu dormansi yang lebih lama, sehingga mengakibatkan daun dan bunga tanaman sakura tidak bisa terbentuk dengan sempurna.

Cherry Blossom atau bunga sakura toleran terhadap berbagai kondisi tanah. Anda bisa menempatkannya di tanah berpasir, tanah liat, atau semua jenis media yang mendukung sistem pengairan dengan baik. Jika lokasi tinggal Anda rawan kekeringan, maka pertimbangkan untuk menanam bunga ini di tempat yang teduh sehingga bisa mengurangi penguapan. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan mulsa untuk menjauhkan tanah dari kekeringan.

Menanam bunga sakura dari biji

Cara menanam bunga sakura di Indonesia kebanyakan menggunakan stok bibit yang berumur satu hingga dua tahun. Biasanya bibit-bibit ini dijual dan diperbanyak di kebun pembibitan. Namun sebenarnya sakura juga bisa tumbuh dengan biji sehingga memungkinkan pecinta sakura mengelola pohon dari awal, termasuk untuk membentuk bonsai sakura. Selain itu, banyak juga tanaman yang tumbuh cepat dari biji di banyak lokasi tropis.

Baca Juga : Cara Menanam Bunga Krisan (Bunga Seruni)

Menyiapkan benih bunga sakura

Menumbuhkan sakura dari biji bisa dimulai dengan metode stratifikasi benih yang tepat dan meniru kondisi musim dingin untuk memastikan kesuksesan. Namun jika tidak memungkinkan maka metode non-stratifikasi juga bisa berfungsi. Bilas biji sakura yang Anda kumpulkan atau beli dengan menggunakan ayakan. Lalu rendam benih sakura di dalam larutan hidrogen peroksida 10% selama kurang lebih 10 menit untuk mencegah pertumbuhan jamur.

Sumber: Pixabay

Ambil biji sakura dengan pinset lalu masukkan dalam media penyemaian berisi tisu atau kertas yang lembab. Tutup media menggunakan plastik lalu simpan dalam lemari es (cukup masukkan di ruang penyimpanan sayur, bukan dalam freezer). Periksa perkecambahan seminggu sekali dan jika perlu basahi media untuk menjaga kelembabannya. Tunas baru seharusnya tumbuh dalam 2-8 minggu, namun beberapa varietas mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan.

Tingkat kelembapan yang cocok untuk kecambah

Benih atau bibit sakura bisa ditempatkan di area dengan kelembapan sedang, seperti di dekat kamar mandi. Jangan menanam benih dengan suhu ekstrem di bawah -15 °C atau di atas 30 °C. Bahkan Anda juga tidak perlu melakukan metode stratifikasi benih seperti di atas ketika kondisi biji sakura masih sangat segar. Namun semakin lama benih disimpan, maka semakin pendek masa kecambahnya.

Memindahkan benih kecambah dalam pot

Siapkan media pot dengan campuran tanah atau kompos yang sedikit lebih asam. Lalu tambahkan sekurang-kurangnya 30% pasir kasar untuk meningkatkan drainase tanah. Selain itu pastikan media pot yang Anda gunakan steril dan bebas dari kotoran siput, nematoda, dan lain sebagainya. Transplantasikan biji kecambah ke dalam pot sekitar 2 cm, jika perlu tambahkan lapisan fungisida berbasis tembaga untuk mencegah pertumbuhan jamur.

Pemindahan bibit sakura ke lahan permanen

Jika bibit pohon sakura Anda cukup kuat atau setidaknya memiliki tinggi 50 cm, maka segera pindahkan ke lokasi yang lebih luas untuk membuatnya lebih besar. Pilihlah lokasi teduh namun tetap mendapatkan sinar matahari penuh. Tempatkan bibit di lubang tanah yang dalam, subur, lembab, dan memiliki sistem drainase yang baik. Pastikan juga menanam pohon sedikit lebih tinggi dari tanah di sekitarnya.

bunga sakura
Sumber: Pixabay

Menanam sakura di tempat yang lebih tinggi memungkinkan pohon ini menghindari cuaca yang dingin di tempat-tempat rendah. Selain itu juga memungkinkan tanaman untuk mendapatkan sinar matahari yang cukup. Paparan sinar matahari yang penuh akan diperlukan pohon sakura untuk menghasilkan buah yang lezat dan pohon yang kuat. Pastikan Anda juga memilih tanah yang cukup lembab, tidak terlalu basah, dan sedikit asam.

Ketika Anda menempatkan bibit di lahan perkebunan maka buatlah bedengan melingkar untuk menghindari pertumbuhan rumput liar di sekitar pohon, setidaknya 60 cm dari pangkal tanaman. Sementara itu buatlah lubang tanam seluas (60×60) cm2 dengan kedalaman sekurang-kurangnya 30 cm. Tambahkan bahan organik seperti kompos atau pupuk kandang ke dasar lubang. Lalu sesuaikan kedalaman sehingga bagian atas akar sejajar dengan permukaan tanah.

Pemberian air untuk pohon sakura

Sumber: Pixabay

Selama pertumbuhan awal, pohon sakura akan membutuhkan air yang cukup banyak. Siram secara rutin setidaknya seminggu sekali atau selama 30 menit menggunakan selang air. Setelah terbentuk batang dan akar yang kuat maka cukup siram pohon ini setiap dua hingga tiga minggu sekali. Sementara itu, Anda juga bisa menambahkan mulsa di sekitar pohon dan area akar untuk menjaga tanaman tetap lembab.

Baca Juga : Cara Menanam Bunga Gelombang Cinta

Pemberantasan penyakit dan hama tanaman

Pertahankan lingkungan yang bersih untuk menjaga tanaman dari hama dan penyakit. Bersihkan dan pangkas buah, daun, serta batang yang mati atau sakit. Lalu bakarlah bagian yang Anda pangkas tersebut dalam tumpukan kompos panas untuk membunuh larva serangga dan spora penyakit yang mengganggu. Adapun beberapa penyakit umum yang biasanya menyerang pohon sakura yaitu pembusukan jamur, bercak daun, dan serangan lalat buah.

Sumber: Pixabay

Pantau pertumbuhan sakura Anda secara teratur. Jika Anda menemukan pembusukan batang akibat jamur Black Knot maka segera potong cabang terinfeksi untuk menghindari serangan sendi dan cabang lainnya. Selain itu hapus juga daun yang memiliki bercak keperakan karena bisa menyebabkan cabang mati. Dan ketika Anda menemukan serangan kutu daun atau hama yang menyebabkan daun keriting dan berlubang maka segera semprotkan insektisida.

Pemangkasan tanaman

Cara menanam bunga sakura di Indonesia pada umumnya hampir sama dengan menanam pohon hias lainnya. Anda juga harus memangkas beberapa cabang yang mengganggu atau mati untuk mengurangi penyakit tanaman tertentu. Selain itu, pemangkasan batang sakura juga memungkinkan pertumbuhan cabang baru dan bunga yang lebih lebat. Bahkan Anda juga bisa melakukan pemangkasan ketika pohon tidak aktif atau selama periode dormansi tanaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like