Cara Mudah Menanam Bunga Teratai

3 min read

cara menanam bunga teratai

Siapa sih yang tidak tahu bunga teratai? Bunga yang sering kita jumpai di dalam kolam di taman-taman ini ternyata memiliki banyak manfaat dan keuinikan tersendiri. Pada kesempatan kali ini kami bukan ingin membahsa mengenai jenis ataupun manfaat bunga teratai, akan tetapi bagaimana cara menanam bunga teratai. Jika anda tertarik atau ingi tahu bagaimana cara menanam bunga teratai ini, silahkan anda simak pembahasan kami di bawah.

Cara Menanam Bunga Teratai

bunga teratai
sumber: pixabay

Berikut adalah langkah langkah atau tata cara menanam bunga teratai yang baik dan benar. Anda dapat mempraktekannya sendiri dirumah.

Siapkan peralatan dan  bahan-bahan:

  • Mangkuk kaca,
  • Ember atau pot,
  • Air hangat,
  • Tanah padat,
  • Tanah pasir,
  • Kolam atau media lainnya,
  • Pupuk tablet,
  • Peptisida bubuk,
  • Batu, dan pastinya umbi bunga teratai

Pilihlah tunas akar dari pangkal indukan bunga teratai yang berkualitas.

Ambil secara perlahan tanpa merusak batang hingga akar teratai. Setelah tunas akar tersebut terpisah dari induknya Anda bisa menanamnya. Ambil beberapa tunas umbi sesuai dengan kebutuhan saja.

Di samping dari umbi atau akar teratai, Anda juga bisa menggunakan bijinya untuk ditanam dan dibudidayakan. Hanya saja untuk menanamnya dari biji lebih rumit daripada dari umbi bunga teratai sendiri. Sehingga, lebih baik Anda mencoba menanamnya dari tunas akarnya karena lebih cepat prosesnya.

Siapkan mangkuk besar dan isi dengan air hangat hingga penuh.

Letakkan beberapa umbi bunga teratai di atas permukaan air tersebut dan pastikan bahwa umbi tetap mengambang. Kemudian letakkan mangkuk tersebut di dekat jendela yang hangat. Sebaiknya air harus diganti setiap tiga hingga tujuh hari.

Sebagai catatan dalam awal proses cara menanam bunga teratai, umbi teratai tersebut tidak boleh terkena panas matahari langsung maupun udara yang terlalu dingin. Hal itu dikhawatirkan umbi tidak bisa bertunas. Anda baru bisa menanam bunga teratai setelah tunas tumbuh selama beberapa minggu.

Siapkan wadah lain menyesuaikan dengan jenis dan ukuran tunas bunga teratai.

Sebaiknya gunakan wadah yang tidak berlubang bagian bawah atau sisi lainnya agar akarnya tetap tumbuh dengan baik dan tidak berantakan keluar.

Mengisi wadah dengan tanah liat

Isilah wadah tersebut dengan komposisi tanah liat sekitar 60 persen dan 40 persen pasir sungai. Jangan mengisi wadah dengan terlalu penuh, sebab butuh ruang sekitar 3-10 cm di bagian atas untuk tumbuh kembang tunas bunga teratai.

Letakkan wadah atau pot yang  berisi tanah ke dalam kolam.

sumber: pixabay

Sebagai catatan permukaan air harus setinggi pot atau lebih sedikit. Jika wadah yang berisi tunas bunga teratai sudah dalam kolam, sebaiknya jangan terlalu sering digerak-gerakkan agar tunas tersebut tetap kuat dan cepat tumbuh besar.

Tanam umbi bunga teratai di atas tanah pada pot atau wadah tersebut.

Caranya adalah letakkan umbi dengan posisi horizontal, sementara bagian belakangnya berada di dekat dinding wadah, sehingga saat tunas sudah tumbuh nanti akan tetap berada di posisi tengah pot.

Sebaiknya Anda pastikan pula bahwa tunas bunga teratai tumbuh dalam posisi vertical agar hasilnya menjadi bagus. Selain itu juga tekan umbi dalam tanah secara perlahan dan jangan sampai menguburnya terlalu dalam sampai tidak terlihat sama sekali. Namun, permukaan tanah juga harus sedikit lebih tinggi daripada ujung tunas tersebut.

Letakkan pot dalam kolam setelah beberapa hari atau setelah tunas tumbuh daun.

Setiap jenis teratai membutuhkan volume air yang berbeda-beda, misalnya untuk teratai yang berukuran kecil hanya membutuhkan sekitar 2 sampai 15 cm air dari permukaan tanah. Sementara untuk teratai yang berukuran besar membutuhkan bahkan sekitar 1 meter air dari permukaan tanah.

Setelah tumbuh dengan baik, sebaiknya beri batu atau kerikil di atas umbi sebagai pemberat.

Hal itu bertujuan agar umbi bunga teratai tidak terus menerus mengapung di permukaan air. Sambil menunggu pertumbuhan dan perkembangan bunga teratai, Anda juga harus melakukan perawatan yang maksimal agar bisa tumbuh dengan baik, sebagaimana cara di berikut:

  1. Jika bunga teratai sudah tumbuh dengan baik dan sudah banyak daunnya, sebaiknya biarkan ia terkena sinar matahari sebanyak mungkin. Hal itu bertujuan agar bunga teratai bisa berfotosintesis sebagaimana tumbuhan pada umumnya. Namun, jika suhu terlalu panas atau melebihi 35 derajat Celsius, sebaiknya beri naungan pada bunga teratai.
  2. Usahakan suhu air kolam Anda sekitar 21 derajat Celsius agar bisa tumbuh dengan maksimal. Selain itu juga jaga selalu kebersihan air kolam dari berbagai sampah ataupun hewan lainnya agar tidak mengganggu pertumbuhan bunga teratai yang ada di dalamnya.

Merawat kolam tempat bunga teratai

sumber: pixabay
  1. Potonglah daun bunga teratai yang sudah menguning agar tidak segera menular kepada yang lainnya. pemotongan tersebut sebaiknya dilakukan secara hati-hati dan di atas permukaan air agar tidak mengganggu dasar akar bunga teratai.
  2. Lakukan pemupukan dalam tempo waktu tertentu menggunakan pupuk tablet kolam yang khusus digunakan untuk tanaman air. Setiap jenis atau ukuran bunga teratai membutuhkan jumlah tablet yang berbeda-beda mulai dari 2 hingga 5 tablet pupuk. Pemupukan dilakukan agar teratai cepat tumbuh dengan subur dan berbunga. Jika Anda memilih cara menanam bunga teratai dari biji, sebaiknya jangan langsung memupuknya dalam tahun pertama masa pertumbuhannya. Sementara itu jika dari umbi, Anda bisa memupuknya setelah umbi bunga teratai bertunas kirakira sebanyak enam helai daun. Setelah empat atau lima minggu Anda bisa menambahkan pupuk kembali sesuai dengan kebutuhan. Dosis pemupukan juga harus Anda perhatikan, sebab harus menyesaikan dengan besar kecil tanamana ataupun jenisnya. Dosis biasaya disesuaikan dengan ukuran dan jenis bunga teratai yang Anda tanam. Mengingat jika dosisnya terlalu berlebihan, maka bunga teratai bahkan bisa mati, daun menguning, dan bahkan membusuk.
  3. Sebisa mungkin jagalah bunga teratai Anda dari gangguan hama seperti kutu daun, keong, ataupun ulat. Untuk menghilangkan jenis hama tersebut, Anda bisa memberikannya peptisida bubuk secukupnya pada daun bunga teratai. Sebaiknya lakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu bagian bunga lainnya.

Perlu diperhatikan

dalam perawatan kolam yang berisi bunga teratai, tidak dianjurkan untuk menggunakan peptisida cair, sebab hal itu bisa menimbulkan terbakarnya beberapa daun bunga teratai yang sudah tumbuh dengan bagus dan indah.

  1. Sebagai tanaman air, bunga teratai pasti selalu membutuhkan air sehingga saat musim kemarau tiba sangat beresiko dengan kekeringan atau semacamnya. Ada baiknya Anda memindahkan bunga teratai tersebut ke kolam lain yang lebih dalam agar tidak mudah kering dan selalu mendapat asupan air secara teratur.

Selain itu, Anda juga bisa memindahkan pot yang berisi bunga teratai pada tempat yang sedikit teduh dan tidak langsung terkena paparan sinar matahari. Hal itu pastinya untuk menghindari resiko pengeringan pada daun bunga teratai akibat suhu yang terlalu panas.

  1. Untuk menjaga keawetan bunga teratai sebaiknya selalu pindahkan umbi ke dalam pot atau wadah yang baru di setiap tahunnya. Pemindahan tersebut bisa Anda lakukan pada awal musim penghujan agar tunas mudah tumbuh atau bercokol. Hal ini juga bisa menjadi upaya untuk budidaya bunga teratai agar menjadi lebih banyak.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *